Menengok Kolam Koi Milik Kakek Pudji di Panekan Magetan

0
22

Magetan (beritajatim.com) – Rumah itu berada di dekat rumpun bambu dan di bawah pepohonan raksasa. Udara sejuk khas pegunungan ditambah suasana tenang di desa menjadi pelepas penat yang sangat manjur. Pun, di depan rumah ber cat putih itu, ada setidaknya dua kolam besar. Ikannya berwarna warni. Satu kolam berisi ikan gurami, nila, dan juga ikan koi. Pun, di kolam satunya hanya berisi ikan koi seluruhnya.

Bukan koi impor atau koi asli Jepang, melainkan ikan koi lokal. Mulai dari ukuran terkecil sekitar 10 sentimeter hingga ada juga yang berukuran sampai 60 sentimeter. Ikan – ikan itu berenang -renang dengan anggun. Warna – warnanya yang bervariasi makin membuat hati merasa tenteram. Ditambah suara gemericik air kolam yang mengalir langsung dari sumber air bersih di Desa Sumberdodol, Panekan, Magetan.

Di pinggir kolam terlihat seorang pria duduk sambil meletakkan salah satu tangannya ke dalam air. Terlihat, beberapa ikan terlihat menghampiri. Dan mulai mendekat ke tangan pria itu. Seolah sedang bermain bersama, ikan – ikan itu juga terlihat senang saat dihampiri oleh pria yang juga si empunya rumah. Setijo Pudji Rahardjo, juga si empunya ikan – ikan koi dan beberapa ikan lainnya. “Saya sudah dipelihara sejak tahun 2016 lalu,” katanya.

Pensiunan salah satu perusahaan minyak America itu memilih kampung halamannya untuk membudidayakan ikan koi lokal. Awalnya, memang dia hanya memelihara ikan – ikan hias biasa semasa masih bekerja sebagai Sollution Annalyst di perusahaannya. Namun, karena sudah lama merantau ke luar negeri dan juga ke pulau lain, dia pun merasa rindu kampung halaman. “Akhirnya saya memilih pulang kampung, dan saya pikirkan, di masa pensiun ini, saya juga harus tetap punya pemasukan,” kata pria 54 tahun itu.

Dia pun, mulai membangun kolam pada tahun 2016 lalu. Pun, saat itu tak langsung diisi oleh koi, melainkan ikan – ikan konsumsi biasa seperti nila dan gurami. Setelah kolamnya dinilai layak untuk digunakan memelihara koi, dia pun mulai membeli bibit. Awalnya, dia membeli di salah satu produsen yang ada di Tulungagung dan Blitar. Awalnya memang tidak mudah, sehingga dia pun memilih untuk melakukan pembesaran saja. “Karena sampai bisa ke tahap melakukan pemijahan itukan butuh indukan dulu,” katanya.

Setelah memiliki indukan. Tak lantas bisa langsung melakukan pemijahan. Banyak sekali yang perlu diperhatikan. Kembali lagi, pH air harus pas, pun kadar oksigennya pun juga harus yang optimal. Setidaknya setelah percobaan ketiga, Pudji baru berhasil melakukan pemijahan. Sebelum – sebelumnya, dia masih belum paham kalau tidak semua telur ikan menetas bersamaan. “Sehingga, ada yang tidak tumbuh dengan baik dan akhirnya mati,” katanya.

Setelah menetas, ikan – ikan kecil itu pun langsung dipisahkan dari sang indukan. Ada kolam tersendiri di belakang rumah yang digunakan untuk membesarkan bibit koi. Pun, pertumbuhannya juga harus diperhatikan betul. Karena, jika ada yang terlambat tumbuh, bisa – bisa dia dimakan oleh yangs duah duluan besar. “Kalau sudah mulai terlihat perbedaan ukuran tubuh yang cukup jauh, yang besar saya pindah ke kolam sebelah,” katanya.

Bibit koi harganya mungkin hanya sampai puluhan ribu saja, tergantung ukuran dan juga tingkat kelangkaannya. Sementara untuk koi yang berukuran 15 hingga 20 sentimeter bisa mencapai sekitar Rp 500 ribu per ekornya. Dan harga bisa naik lagi kalau corak dan garis antar warna bisa terlihat tegas. Belum lagi keunikan – keunikan motif sisiknya. “Semakin terlihat unik, harganya juga bisa lebih tinggi,” ungkapnya.

Sampai saat ini dia memang tak memiliki pasaran yang cukup bagus di Magetan. Lantaran, masih banyak ornag yang hanya ingin memiliki koi saja, tidak ada kepentingan untuk kontes. Namun, memang pelanggan yang berasal dari luar kota pun kadang ada yang datang langsung ke kediamannya. Ada juga yang hanya tertarik karena melihat video dan foto yang diunggah Pudji di facebooknya. “Kebanyakan dari mereka tidak menawar, langsung deal,” pungkasnya. (fiq/kun)



Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here