Mayoritas Penularan Covid-19 Magetan dari Transmisi Lokal, Masker Solusinya

0
19

Liputan6.com, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Magetan resmi memberlakukan kegiatan massal “Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam” bagi warganya guna mencegah penyebaran kasus konfirmasi COVID-19 di wilayah setempat yang masih tinggi.

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam berlangsung mulai 21 Februari sampai dengan 7 Maret 2021.

Menurut ia, gerakan ini tidak merepotkan, hanya tinggal memakai masker. Gerakan ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Magetan.

“Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam, jangan dimaknai dengan memakai masker di manapun dan kapanpun memakai masker selama 24 jam. Harapan kita adalah kewaspadaan, akan baik jika memakai masker di rumah. Kalau makan ya pasti dilepas sementara dengan tetap berdasarkan protokol kesehatan,” ujar Bupati Suprawoto di Magetan, Senin, 22 Februari 2021.

Ia menjelaskan bahwa dua bulan terakhir di awal tahun ini, persebaran COVID-19 di Magetan cukup tinggi dan didominasi melalui transmisi lokal atau dalam keluarga, dilansir dari Antara.

Selain kasus konfirmasi tinggi, tercatat angka kematian karena COVID-19 di Magetan juga tinggi. Yakni di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan nasional.

“Dari itulah, perlu adanya gerakan-gerakan ekstra yang tidak seperti biasa. Salah satunya adalah Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam.

Adapun Gerakan Magetan Bermasker 24 Jam tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tim Satgas COVID-19 Magetan serta berbagai kajian bersama Universitas Airlangga. Dalam kajian tersebut diketahui bahwa kasus konfirmasi COVID-19 di Magetan hampir semuanya berasal dari transmisi lokal.

 

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here