Mahasiswa KKN UNESA Membantu Pengembangan Literasi Al Quran Dan Iqro di Dukuh Growong, Desa Sumbersawit

0
200

(Magetan) – Dalam upaya meningkatkan pendidikan agama di lingkungan sekitar, mahasiswa KKN UNESA melaksanakan program kerja (proker) rutin di Mushola Al-Istiqomah, TPQ Roodhotul Mubtadi’in. Proker ini merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat dalam mengajarkan Al-Qur’an dan Iqro kepada anak-anak yang dilaksanakan pada setiap hari senin dan rabu pukul jam 16:00 – 17:00 Sore Hari.

Salah satu tokoh di mushola tersebut, yang dikenal dengan nama Pak Widodo (37), telah menjadi sosok penting dalam pengajaran agama di lingkungan setempat. Ia telah tinggal dan menetap di Ponorogo sejak lama dan aktif dalam kegiatan pengajian Al-Qur’an di Mushola Al-Istiqomah. Meskipun ia hanya membantu mengajar, tetapi peran serta nya sangat berarti bagi keluarga dan anak-anak yang belajar di sana.

Pengajaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh Pak Widodo difokuskan pada pembelajaran dasar seperti membaca Iqro dan juz amma, serta menghafal surat-surat pendek. Dalam rekaman yang kami dapatkan, beliau menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang digunakan tergantung pada usia dan karakter anak-anak. Dalam hal pendekatan, Pak Widodo mengedepankan keakraban dengan para murid sehingga mereka merasa nyaman dan semangat dalam belajar.

Tetapi seperti halnya dalam kegiatan pengajaran di mana saja, terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi. Salah satunya adalah berbagai karakter anak-anak yang berbeda-beda serta tingkat kedisiplinan yang beragam. Dalam rekaman tersebut, Pak Widodo juga menyebutkan bahwa terkadang anak-anak terpengaruh oleh teman-teman mereka yang kurang antusias dalam mengikuti pengajian. Ia tetap berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan sabar dan penuh pengertian.

Selain pengajaran Al-Qur’an, dalam rekaman lainnya Pak Widodo menjelaskan bahwa mereka juga mengajarkan puji-pujian atau sholawat untuk meningkatkan semangat dan kecintaan anak-anak terhadap agama. Pada saat tertentu, mereka juga melaksanakan pembacaan sholat Al-Banjari sebagai bentuk pembelajaran yang lebih luas. Pengajaran seperti ini tergantung pada usia dan kesiapan anak-anak.

Sebelum adanya program KKN, kegiatan pengajaran di Mushola Al-Istiqomah terbatas waktu karena keterbatasan tenaga pengajar. Setelah adanya mahasiswa KKN dari UNESA yang membantu, jam pelaksanaan pengajaran menjadi lebih fleksibel. Pak Widodo menyampaikan rasa syukur atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh para mahasiswa KKN tersebut.

Dalam hal pendanaan, Pak Widodo mengungkapkan bahwa mereka menerima bantuan iqro dan juz amma dari donatur luar daerah. Mereka masih membutuhkan bantuan buku tulis dan Al-Al-Qur’an dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pengajaran mereka. Mereka berharap adanya bantuan lebih lanjut agar program pengajaran di mushola tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak.

Proker KKN di Mushola Al-Istiqomah, TPQ Roodhotul Mubtadi’in ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar Al-Qur’an dan Iqro secara teratur dengan bantuan mahasiswa KKN. Selain itu, kegiatan pengajaran agama juga melibatkan puji-pujian dan pembacaan sholat Al-Banjari untuk memperkaya pemahaman keagamaan anak-anak.

Para mahasiswa KKN dari UNESA juga mendapatkan pengalaman berharga dalam membantu masyarakat dan mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang pendidikan agama. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana pengajaran Al-Qur’an dan Iqro memberikan dampak positif bagi anak-anak dan komunitas di sekitar mushola.

Dengan adanya program KKN ini, diharapkan pendidikan agama di Mushola Al-Istiqomah dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Bantuan dari donatur dan pihak terkait sangat diharapkan agar program pengajaran ini dapat berkelanjutan dan semakin berkembang.

Sehingga melalui proker KKN di Mushola Al-Istiqomah, TPQ Roodhotul Mubtadi’in, pendidikan agama dapat ditingkatkan dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak serta masyarakat sekitarnya. Mahasiswa KKN dari UNESA serta tokoh masyarakat seperti Pak Widodo berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran Al-Qur’an dan Iqro.

rkini di Kompasiana.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here