Magetan Kumuh, Banyak Banner Dipaku Di Pohon, Satpol PP Nggak Kreatif

0
64
Salah satu banner yang merusak lingkungan hidup di jalan raya Maospati Magetan

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Ratusan banner yang dipaku di pohon di Jalan Provinsi Maospati- Magetan kota menjadikan Kabupaten Magetan, Jawa Timur nampak kumuh. Tak hanya dipaku di pohon, cara lain yang digunakan seperti mengikat dengan kawat

Saiful (40) Warga Magetan yang setiap hari bekerja sebagai kontraktor mengatakan pihaknya sangat menyayangkan banyaknya banner yang membuat Magetan menjadi tidak bersih. “Selain menggangu estetika dan terlihat kumuh juga merusak pohon serta membahayakan pengendara, ”kata Saiful.

“Lama kelamaan sangat menganggu, banyaknya iklan yang
tertancap di pohon, setiap mau berangkat ke Magetan pasti menemukan iklan yang
terpaku di pohon. Lama-lama Magetan terkesan kotor dan kumuh,” ungkapnya.

Senada yang dikatakan Saiful, namun kali ini sumber yang
satu ini enggan disebutkan namanya.

Bahwa dengan adanya banner dipaku di pohon dan spanduk
melintang ada 3 kerugian bagi pemerntah daerah. Yaitu pelanggran kertertiban,
kerusakan lingkungan dan lepasnya pontensi Pendapatan Anggran Daerah (PAD) atau
pajak reklame.

“Dari 3 hal tersebut apakah pemerintah akan diam saja dengan
alasan klasik yaitu karena tenaga SatPol PP kurang,” paparnya.

Mestinya, lanjutnya, pihak SatPol PP berinovasi dan kreatif bagiamana caranya biar hal tersebut tidak terulang lagi.”Ini menujukan Satpol PP tidak kreatif dan tidak mau berinovasi,”cetusnya.

“Kalau saya melihat visi misi Suprawoto Bupati Magetan salah
satunya yaitu menginginkan Magetan indah, bersih dan nyaman. Jadi kalau selama
ini masih banyak banner atau spanduk melintang di jalan, berarti masih ada
pihak SKPD tersebut tidak membantu visi misi bupati,” pungkasnya.

Sementara itu, Rudi Harsono Kasat Pol PP Kabupaten Magetan
sejak Kamis, (15/04/2021) lalu sudah melakukan penertiban di wilayah Kecamatan
Panekan.

“Penertiban akan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggota SatPol PP,” pungkasnya.

Selain merusak lingkungan hidup, banner dipaku dipohon serta melintang dijalan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here