Liburan Lebaran Tetap Buka, Disparbud Batasi 50 Persen Pengunjung Wisata Magetan

0
79
foto dok suara kumandang

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan,  Jawa Timur akan menghadapi liburan Idhul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah 2021 dimasa pademi COVID- 19. Bukan lagi penutupan tempat wisata Disparbud akan terapkan pembatasan pengunjung.

Pihak Disparbud sendiri menyampaikan bahwa akan memberi
batasan pengunjung wisata 50 persen dari jumlah normal pada masa sebelum
pandemi.  “Kami mengasumsikan kapasitas
pengunjung wisata Telaga Sarangan 20.000 orang nanti dibatasi 50 persen. Jadi
yang bisa masuk hanya sekitar 10.000 orang,” ujar Joko Trihono kepala
Disparbud.

Dijelaskan pula, dalam asumsi 10.000 pengunjung pihaknya
menerapkan cara dengan membatasi penjualan tiket sehingga pengunjung wisata
Telaga Sarangan pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB benar-benar tidak lebih dari
10.000 pengunjung. “Cara yang kami lakukan untuk membatasi itu dari  penjualan tiket,” jelas Joko. Selasa
(27/04/2021).

Masih kata Joko, ia menegaskan bahwa harga tiket masuk
wisata Telaga Saranga tidak mengalami kenaikan atau tetap sama seperti
sebelumnya. “ Jadi tiket seperti biasa tidak naik, untuk dewasa Rp 20.000 dan
anak anak  Rp 10.000. Kami ini dari
pemerintah bukan pengelola wisata swasta. Jadi harga sudah di patok sesuai yang
ditentukan saat rapat.” kata Joko.

Lanjutnya, Selain untuk mengurangi jumlah pengunjung, pihak
Disparbud juga menyiapkan petugas yang melibatkan security, dan karang taruna
Kelurahan Sarangan. “Bahkan kami juga akan melibatkan Bagus Diyah untuk
memberikan himbauan kepada pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan,”
paparanya.

Lebaran 2021 pemerintah pusat melarang masyarakat mudik, hal
ini juga untuk mengatisipasi lunjakan pengunjung disejumlah wisata Magetan.

Pihak Disparbud Magetan akan melakukan pengendalian pengunjung
untuk diarahkan ke wisata lain. “Contohnya wisata telaga Sarangan ramai kami
akan arahkan ke wisata Telaga Wahyu, wisata Bendungan Gonggang dan wisata
lainnya, hal ini dilakuan bukan karena untuk mengatur rejeki, akan tetapi agar
pengunjung tidak berkumpul dalam satu titik,” pungkasnya.

Jurnalis Ant (Magang).

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here