Kabupaten Magetan Siap Laksanakan PPKM Berbasis Mikro Tingkat Desa/Kelurahan Bu…

0
115

Kabupaten Magetan Siap Laksanakan PPKM Berbasis Mikro Tingkat Desa/Kelurahan

Bupati Magetan, Suprawoto mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2021 Tentang PPKM Berbasis MIkro dan Pembentukan Posko Satgas COVID-19 Tingkat Desa dan Kelurahan sebagai tindaklanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/59/KPTS/013/2021.

Dalam instruksi tersebut, PPKM Mikro akan dilaksanakan sampai dengan tingkat Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) yang berpotensi menimbulkan penularan COVID-19. PPKM Mikro dilakukan di tingkat Rukun Tetangga (RT) dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah sebagai berikut:
a. Zona Hijau dengan kriteria tidak ada kasus COVID-19 di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek di tes dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala;
b. Zona Kuning dengan kriteria jika terdapat 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat,
c. Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, Ialu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum Iainnya kecuali sektor esensial; dan
d. Zona Merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari 10 (sepuluh) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir, maka scenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT yang mencakup:
a) menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat
b) melakukan isolasi mandiri / terpu sat dengan pengawasan ketat,
c) menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial;
d) melarang kerumunan lebih dari 3 (tiga) orang;

Lanjutan pada komentar.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here