Hujan Deras, 7 Rumah di Magetan Terendam Banjir

0
44
Salah satu keluarga Zaini sedang membersihkan lumpur yang masuk halaman rumah usai terendam banjir akibat luapan sungai Ngrini. Selasa, (16/03/2021).

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Hujan deras dengan intensitas tinggi  7 rumah milik warga Dusun Ngrini, Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, kabupaten Magetan, Jawa Timur terendam banjir akibat luapan sungai Ngrini. Bahkan satu kandang sapi roboh.

“Ada 7 rumah yang terendam banjir akibat luapan sungai
Ngirini yang disebabkan hujan deras tanpa berhenti selama kurang lebih 3 jam,”kata
 Zaini warga dusun Ngrini sambil
membersihkan halaman rumahnya.

Zaini menjelaskan, hujan deras mulai pukul 17.00 WIB sampai
pukul  20.00 WIB.”Saat ini saya bersih- bersih
lumpur yang masuk halaman rumah,”katanya. Selasa, (16/03/2021).

“Kebetulan posisi rumah saya ada didataran atas dan air banjir saat ini sudah mulai surut. Tadi sempat masuk rumah.  Namun  6 rumah disebelah barat rumah saya masih terendam banjir karena posisi datarannya lebih rendah dari rumah saya,”terangnya..

Zaini mengaku baru kali pertama ini hujan deras yang cukup
lama sehingga membuat banjir dan masuk rumah. ”Dalam sejarah sejak kecil hingga
sampai saat ini saya baru pertama kali rumah saya kebanjiran. Kurang lebih sudah
50 tahun baru kali ini banjir,”ungkapnya.

Selain air masuk rumah akibat banjir luapan sungai Ngrini
kandang ternak milik Zaini roboh. “ Untung saja sapinya tidak ada karena sudah
saya jual, tapi kandang saya roboh,”ungkapnya.

Hingga kini sejumlah  warga yang berada di pinggir sungai Ngrini
masih dalam keadaan jaga-jaga, sebab, khawatir akan ada banjir  susulan mengingat arus air di sungai Ngrini
masih sangat deras.

Sementara itu, akibat hujan deras sejumlah ruas jalan
Magetan-Parang banyak terendam air banjir. Bahkan saking takutnya ada sebagian
warga memilih balik kanan, sebab, ketinggian air mencapai kurang lebih 50 cm
dengan aliran air sangat deras. Salah satu jalan yang terendam air banjir  disebelah selatan Polsek  Ngariboyo.

Bahkan untuk mengantisipasi pengendara dari arah selatan
maupun sebaliknya sebagian warga ada yang berduli dengan keselamatan pengendara
berdiri sambil memberikan tanda dengan sebuah senter. Karena arus air banjir
sangat deras, maka untuk bisa melalui jalan tersebut harus bergantian.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here