Hadapi Mutasi Virus Pemerintah Siapkan Vaksin Booster Mutasi virus yang sulit di…

0
23

Hadapi Mutasi Virus Pemerintah Siapkan Vaksin Booster
Mutasi virus yang sulit diprediksi tidak bisa membuat kita semua lengah, munculnya varian omicron contohnya, dimana dari laporan dari Institute Tropical Disease (ITD) Unair varian ini sudah mulai terseteksi masuk ke propinsi Jawa Timur.
“Kita tidak boleh panik, tapi yang terpenting harus waspada dengan cara memperketat protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan serta percepat vaksinasi,” kata Gubernur Jatim, Khofifah di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kab. Pasuruan, Minggu (2/1).
“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian omicron tidak meluas di Jawa Timur, dan jangan sampai terjadi penularan lokal. Saya juga langsung kordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Ka. BNPB serta Menkes, ” lanjut Khofifah.
Terkait hal tersebut keputusan cepat pun telah dikeluarkan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Dimana mulai 12 Januari mendatang, Indonesia akan melaksanakan vaksinasi booster.
Perlu sobatkom ketahui, Vaksin booster adalah dosis vaksin tambahan yang dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap penyakit. Kenapa haru ditambah karena efek beberapa vaksin dapat hilang seiring berjalannya waktu. Selain itu vaksin booster memungkinkan sistem tubuh untuk mengenali dan merespons virus penyebab penyakit dengan lebih cepat.
Menteri Kesehatan Budi Sadikin Gunawan dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022), menyatakan “Vaksin booster akan diberikan ke kelompok usia di atas 18 tahun sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” Adapun prasyarat lainnya, vaksinasi booster akan diberikan kepada mereka yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan, ungkap Budi.
“Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” lanjut Budi.
Jumlah itu tersebar di sejumlah wilayah. Vaksinasi booster hanya akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here