Gelar Bimtek Deteksi Birahi dan Sexing, Guna Perbanyak Lahirkan Sapi Perah Betina di Magetan

0
55

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Ibnu Multazam anggota komisi IV DPR RI bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian Kementrian Pertanian menggelar acara  sosialisasi  Bimbingan Teknik (Bimtek) tentang peningkatan Kapasitas Petani dan penyuluhan pertanian di Hotel Bukit Bintang Magetan. Rabu (28/04/2021).

Acara  diikuti oleh
inseminator dan pelaku budidaya sentra sapi perah serta sentra penggemukan sapi
potong se-Kabupaten Magetan. Sosialisasi 
mengambil tema, “Bimbingan Teknis Pengangkatan Kapasitas Petani dan
Penyuluh Pertanian, Deteksi Birahi dan Sexing”.

Menurut Ibnu, kabupaten Magetan mempunyai potensialnya sapi
perah maupun sapi pengemuan sangat luar biasa. “Untuk itu kami menindak lanjuti
supaya populasi perternakan di Kabupaten Magetan khususunya sapi
meningkat,  kami mengadakan pelatihan
dengan metode Deteksi Birahi dan Sexing kepada sapi,”ujar Ibnu.

Dijelaskan pula Deteksi Birahi untuk memastikan bahwa
Ismenisasi Buatan (IB) dimasukan kedalam sapi betina itu betul betul sapi
betina pas dalam keadaan birahi, sehingga tidak berkali-kali untuk melakukan
ismenisasi. “Karena keluhan peternak itu berkali-kali ismenisasi kok gak
jadi-jadi. Maka dari itu kami pertemukan kolaborasi antara inseminator dengan
peternak,” terang Ibnu.

Lebih lanjut, untuk Sexing untuk sapi betina dilakukan
ismenisasi agar 90 persen anak sapi (Pedet-red) jenis kelamin betina. ”Jadi
harapan kami dengan pelatihan dengan metode Deteksi Birahi dan Sexing akan
lahir sapi betina,”terangnya.

“Sebab, populasi sapi perah banyak yang berjenis kelamin jantan, sehingga jika lahir sapi jantan maka peternak banyak mengirim ke Jawa Tengah untuk dijadikan sapi pengemuman,” kata Ibnu lagi.

Nurharyani Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan
Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dengan kegiatan
bimtek yang dilaksanakan oleh komisi DPR RI, karena untuk peternak di Magetan
butuh pengetahuan dan ketrampilan yang lebih.

“Memang untuk Deteksi Birahi selama ini  peternak di Magetan masih kesulitan karena
banyak varian atau banyak macamnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here