Drip Tip Inovasi Petani Desa Poncol Petani di era milenial harus yang mengikut…

0
20

Drip Tip Inovasi Petani Desa Poncol

Petani di era milenial harus yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Seperti petani di desa Poncol kecamatan Poncol kabupaten Magetan.Adalah Rohman petani muda asal desa Poncol yang memiliki semangat luar biasa yang patut kita ancungi jempol. Melalui pengembangan dan pengaplikasian sistem drip tip di lahan tomat miliknya.

Saat ditemui di kebun miliknya (Kamis, 16/11/2021) Rohman menjelaskan “Berawal dari pertanian konvesional seperti kebanyakan petani lainnya dan sering mengalami kegagalan . Didasari hal tersebut selanjutnya dari sosmed (Facebook dan Youtube) saya terus mencari formula yang tepat agar bisa memanfatkan lahan yang saya punya dengan maksimal.” terangnya

Lebih lanjut “Sejak awal tahun 2019 saya mengembangkan sistem irigasi Drip Tip di lahan saya ini . Secara awam masyarakat menyebutnya irigasi tetes. Dan ternyata hasilnya lebih maksimal “tuturnya.

“Untuk 500 polibag saya bisa menghasilkan 200 kg tiap 3 hari sekali, dengan harga Rp 3000- 4000/kg , sedangkan jenis tomat yang saya tanam ini adalah jenis Marvel. “jelasnya.

Saat ditanya keunggulan sistem Drip Tip Ini Rohman menjelaskan “Ternyata sistem ini memiliki banyak keuntungan diantaranya:
1.Hasil pertaniannya lebih bagus dan otomatis herganya juga lebih tinggi.
2. Hemat air karena penggunaan air hanya berupa tetesan dan fokus ke tanaman
3.Hemat tenaga sistem ini diatur secara otomatis dengan menggunakan timer jadi petani tidak perlu lagi menunggu lahan hanya sekedar untuk pengairan
4. Hemat biaya pemeliharaan , tidak diperlukan lagi biaya untuk olah lahan karena media tanam bisa untuk 3-4 kali tanam tanpa merubah apapun di media itu. Selain untuk irigasi sistem ini juga digunakan untuk pemupukan”jelasnya.

Diakhir perbincangan Rohman mengutarakan rencana besarnya “Saya ingin mempunyai green house agar nanti lebih maksimal lagi ,karena green house tanaman lebih bagus pertumbuhannya tanpa banyak terganggu oleh musim dan OPT (organisme Pengganggu Tanaman) .Oleh karena itu semoga ada pihak terkait yang bisa mewujudkannya “pungkasnya.(diskominfo/kontrib.beni/fa2/IKP1)

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here