DIRTEK PDAM Magetan Terjerat Korupsi, Ini Langkah Suprawoto

0
70
Foto (Dok)

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. Meski pihak Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiunsudah menetapkan Sandi Kunariyanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran untuk 14 Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun namun Suprawoto Bupati Magetan masih menunggu kepastian guna melanjutkan langkah selanjutnya.

Diketahui Sandi Kunariyanto saat ini menjabat Direktur Teknik (DIRTEK)  PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan, sejak Februari 2021 lalu. Tersangka itu merupakan Kabag Tranmisi dan Distribusi PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun periode 2015-2021.

“Ya, jika bersangkutan ditahan sebagai tersangka, kami bebas tugaskan, itu salah salah satu ketentuannya,”ujar Suprawoto, Selasa, (07/12/2021).

Lebih lanjut, jika nanti sudah mempunyai kekuatan hukum tetapt dan dinyatakan bersalah dia (tersangka-red) harus diberhentikan dari jabatanya sebagai Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan.

Selain itu, jika sudah ditetapkan dan mempunyai kekuatan hukum maka akan dibuka lowongan Direktur Teknik PDAM Lawu Kabupaten  Magetan.

“Untuk cari pekerja sebagai Direktur Teknik tidak mudah. Apalagi kemarin pas buka lowongan dari orang dalam atau orang Magetan sendiri tidak ada yang berani daftar, dulu yang daftar dari luar semua dari Madiun ada dua dan sebagainya,”jelas Suprawoto.

Dengan tersandungnya Direktur Teknik PDAM Lawu kasus korupsi Suprawoto mengaku sangat prihatin. Tidak menyangka jika ini terjadi.”Ya jelas saya prihatin. Kita-kan tidak tahukan “anunya orang” (latar belakang-red) orang,”ungkapnya.

BACA: Direktur Teknik PDAM Magetan Jadi Tersangka Korupsi Di PDAM Kota Madiun

Sementara itu, berdasarkan laporan hasil audit dari tim ahli, mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 263,6 juta lebih. Tahap berikutnya, melanjutkan tahap penyidikan, untuk mengusut ada tidaknya keterlibatan oknum lain dalam perkara tersebut.

Atas kejadian itu, tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here