BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Jatim Awal Februari

0
75

BMKG Juada mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan adanya potensi angin kencang saat puncak musim hujan di wilayah Jawa Timur pada awal Februari. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap bencana hidrometeorologi.

Kasi Data Dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, potensi bencana dari efek hujan juga perlu diwaspadai.”Selain hujan, embusan angin pun semakin kencang di tiga sampai empat hari terakhir,” ujarnya di Sidoarjo, Senin (1/2).

Ia mengatakan, memang ada gangguan daerah low pressure di Selatan Indonesia yang cukup banyak memanjang sampai Timur Indonesia. Namun, kata dia, masyarakat agar tidak perlu khawatir sebab angin kencang tidak berkepanjangan.

“Tapi ini hanya periodik saja, antara tiga sampai dengan tujuh hari. Nanti kondisi angin akan kembali normal,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi atmosfer terkini menunjukkan adanya beberapa gangguan atmosfer yang menyebabkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan di Jawa Timur. Saat ini Jawa Timur telah berada di puncak musim hujan yang mana potensi curah hujan relatif tinggi.

“Aktifnya pola tekanan rendah di perairan Australia yang menyebabkan adanya zona pertemuan angin dari arah Asia dan dari arah Australia juga mengakibatkan penguatan curah hujan tinggi di Jawa Timur,” ujarnya.

Selain itu, terdapat MJO yang merupakan pergerakan kumpulan awan-awan hujan dari Samudra Hindia sebelah Timur Afrika yang saat ini sedang melintasi wilayah lndonesia menuju Samudra Pasifik. Hal tersebut diperkuat dengan adanya gangguan gelombang Rossby yang dapat meningkatkan potensi curah hujan.

“Berdasarkan beberapa gangguan atmosfer tersebut perlu diwaspadai curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat berpotensi terjadi untuk sepekan ke depan di beberapa wilayah Jawa Timur seperti surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk.

Selanjutnya, Tulungagung, Batu, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Pamekasan, Sidoarjo, Mojokerto, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Tuban, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Gresik,” katanya.

sumber : Antara



Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here