BKKBN Provinsi Jawa Timur Gelar Rakerda Program Bangga Kencana. . Sahabat humas,…

0
125

BKKBN Provinsi Jawa Timur Gelar Rakerda Program Bangga Kencana.
.
Sahabat humas,
BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar rapat kerja daerah program bangga kencana dengan mengangkat tema “Integrasi dan akselerasi program bangga kencana di masa pandemi covid-19.”
.
Rakerda dihadiri oleh Perwakilan Gubernur Jawa Timur, Kepala BKKBN, BKKBN Jatim, OPD KB, Bapedda Kab/Kota, Dinkes Kab/Kota, TP PKK Kab/Kota, serta Mitra BKKBN se-Jawa Timur.
Dilaksanakan secara virtual dan bertempat di ruang rapat rumah dinas, Titik Sudarti selaku Ketua TP PKK Kabupaten Magetan menghadiri rakerda didampingi oleh Ketua Pokja, serta segenap anggota.
(23/2)
.
Kepala BKKBN Dr. Hasto Wardoyo Sp.OG dalam arahannya menyampaikan “Penanganan stunting adalah bagian dari investasi untuk masa depan”.
BKKBN sebagai ketua pelaksana Percepatan Penurunan Stunting dalam upayanya telah merancang strategi bangun percepatan melalui intervensi hulu yang bertujuan untuk mencegah terlahirnya bayi stunting.
.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Dr Andriyanto SH MKes dalam paparannya menyampaikan kondisi kependudukan pasca pandemi : Dampak ekonomi, Menurunnya askes masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan, Kualitas pendidikan stagnan atau menurun.
Kondisi kependudukan pasca pandemi menjadi catatan dan pekerjaan rumah yang cukup berat.
.
Rakerda turut menghadirkan 3 narasumber, yaitu Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd. (Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur), Dr. Herlin Ferliana, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur) serta Prof. Dr. Sri Sumarmi, SKM M.Si (Lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair).
Dalam upaya percepatan penurunan bayi stunting tersebut, BKKBN telah merancang bangun percepatan melalui intervensi hulu yang bertujuan untuk mencegah lahirnya bayi stunting serta telah menyusun 5 Strategi yaitu;
1) Mencegah kelahiran bayi berpotensi stunting,
2) Pengasuhan 1000 HPK,
3) Memperkuat basis data intervensi dan monitoring stunting,
4) Promosi dan Pelembagaan keterlibatan masyarakat, dan
5) Kemitraan penanganan stunting. Kelima strategi ini didukung oleh 12 Kegiatan Prioritas.
– Lanjutan di kolom komentar –

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here