Birokrat Dinilai Lemah Berbisnis, Pengelolaan Rumah Promosi IKM Kulit Magetan Diserahkan Swasta

0
19

Magetan (beritajatim.com) – Lemahnya birokrat untuk berwirausaha jadi alasan Bupati Magetan Suprawoto memilih Rumah Promosi IKM Kulit di Jalan Diponegoro Magetan bakal dikelola pihak ketiga. Dia menilai, jika birokrat atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan yang mengelola maka tidak akan bisa maksimal.

”Birokrat kan tidak punya jiwa wirausaha. Jadi, nanti pengelolaannya harus dilaksanakan oleh pihak ketiga. Kalau pihak ketiga kan pasti bisa maksimal, mereka otomatis tak mau merugi,” kata Suprawoto usai jumpa pers pada Kamis (28/4/2022)

Dia mengungkapkan jika kini masih melakukan proses appraisal. Sehingga, masih belum bisa digunakan untuk mempromosikan produk IKM kulit di Magetan. Namun, saat lebaran nanti masih bisa digunakan untuk pedagang kaki lima yang hendak berjualan.

”Tapi kan hanya sekitar sepuluh hari saja. Karena perkiraan jalan Sawo akan ramai saat libur lebaran. Kami persilahkan para pedagang untuk menggunakan. Namun, setelah itu akan dikosongkan kembali sampai appraisal selesai,” katanya.

Sayangnya, dia tak bisa menyebutkan kapan proses appraisal selesai. Lantaran saat ini masih berproses, selain itu jika nanti sudah selesai appraisal dan bisa digunakan maka akan diprioritaskan produk kulit Magetan.

”Karena fokus utamanya di sana. Kami ingin pengelolaan bisa maksimal. Sehingga, pemanfaatannya juga bisa dirasakan oleh para pelaku IKM,” katanya.

Untuk diketahui, Rumah Promosi Industri Kecil Menengah (IKM) Kulit dibangun pada 2021 lalu. Saat itu tender dimenangkan CV Asia Line asal Pamekasan dengan nilai harga terkoreksi yakni Rp 1,89 miliar. Perusahaan tersebut memenangkan

Rumah promosi itu dibangun di Jalan Diponegoro Nomor 6 Selosari atau utara jalan Sawo (Gedung Pelita Sari). Bekas Gedung balai kelurahan Selosari Magetan itu diminta oleh Pemkab untuk membangun rumah promosi yang letaknya dekat dengan Jalan Sawo, salah satu sentra IKM Kulit di Magetan.

Rumah promosi di desain dengan konsep terbuka dengan tetap mempertahankan bangunan joglo yang sudah ada saat ini, hanya ditambah bangunan baru yang selaras dengan konsep joglo (Mataraman), juga dilengkapi fasilitas yang modern.

Alasan dipilihnya gedung Pelita Sari itu adalah karena lokasinya yang cukup dekat dengan jalan Sawo. Sehingga, tak perlu jauh – jauh jika wisatawan ingin membeli oleh – oleh. Di Gedung IKM pun juga sudah banyak yang bisa ditemukan. Khususnya untuk oleh – oleh Magetan, baik produk kulit dan juga jajanan khas Magetan. Rumah promosi diklaim memiliki lokasi cukup strategis karena ada di pertigaan Diponegoro dan Jalan Salak Magetan. (fiq/beq)



Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here