Banjir 3 Jam di Magetan, 2 Kendaraan Hanyut di Sungai Ngunut

0
132
satu unit mobil pick up yang hanyut di sungai Ngunut yang terbawa arus sungai

Suarakumandang.com,BERITA MAGETAN. Hujan deras selama 3 jam di Kabupaten Magetan, Jawa Timur menghanyutkan dua unit kendaraan. yait roda dua dan roda  empat  milik warga yang hendak   menyebrang  jembatan Ngunut, kecamatan Kawedanan. Setelah banjir surut,kedua kendaraan tersebut sudah diketemukan  .

Sesuai keterangan yang berhasil kami himpun,
dua kendaraan tersebut dari arah Lembeyan hendak menuju kearah Kawedanan
menyebrangmelewati ,kedua kendar jembatan Ngunut. namun belum sempat  kendaraan tersebut melewati jembatan kedua
kendaraan tersebut  terseret arus air,
hingga hanyut terbawa banjir di sungai Ngunut.

“Keduanya dari arah Lembayan hendak
menuju kearah Kawedanan. Namun mereka berhenti setelah melihat arus air di
jembatan Ngunut meluap. Mereka bermaksud balik arah namun sudah terlambat dan
akhirnya kendaraan miliknya terseret arus,” ujar Venly Tomi Nicolas asisten
Pemerintahaan dan kesejahteraan rakyat saat tadi malam usai
mengecek lokasi di jembatan Ngunut.

Disebutkan dua kendaraan  masing-masing satu unit mobil pick up dan satu
unit sepeda motor. Setelah banjir agak surut kedua kendaraan sudah berhasil
diketemukan. Namun hingga sampai saat ini belum diketahui dari masing-masing  pemilik kendaraan.

“Sepeda motor ditemukan dini hari dan
mobil pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB oleh warga setempat, Pick up ditemukan
berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi terbawa arus sungai,”terangnya.Rabu,
(17/03/2021).

Selain melakukan pengecekan asisten
bersama Kaplosek Kawedanan serta BPBBD kabupaten Magetan memberikan santuan
kepada 9 warga yang terkena dampak langsung Banjir tadi malam.

Bantuan yang diberikan kepada warga terkena
dampak langsung berjumlah 9 warga yakni  warga Desa Nglorok RT 7, RW 1  dan Desa Ngunut.”Ke 9 wraga tersebut rumahnya
ada dipinggir sungai,”paparnya.

Sepeda motor yang hanyut yang berhasil ditemukan dini hari.

Sementara itu keruskaan yang dialami masing-masing
rumah warga yang tinggal di pinggir sungai sebagian rumahnya ada yang retak,
dan tanahnya terkikis air sungai.

Jurnalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here