7 Makanan Ekstrem di Jawa Timur, Ada Biawak dan Tanah Liat

0
171

Liputan6.com, Jakarta Kuliner di Jawa Timur memiliki daya tarik tersendiri, tak terkecuali makanan ekstremnya. Di Indonesia ada banyak makanan ekstrem yang terkadang bisa bikin merinding. Makanan ekstrem ini terbuat dari bahan yang dianggap tak biasa.

Di Jawa Timur ada sejumlah kuliner ekstrem yang cukup populer. Kuliner ekstrem Jawa Timur ini tersebar di beberapa daerah dan menjadi kearifan lokal setempat. Makanan-makanan ekstrem ini bahkan sudah menjadi bagian dari budaya daerah tersebut. 

Makanan ekstrem di Jawa Timur ini kebanyakan terbuat dari bahan yang tidak biasa seperti serangga, hewan buas, hingga tanah liat. Bagi Anda pencinta makanan ekstrem, kuliner ini mungkin bisa jadi pertimbangan.

Berikut 7 makanan ekstrem di Jawa Timur, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(10/3/2021).

Botok Tawon

Botok Tawon (Liputan6 TV)
Botok Tawon (Liputan6 TV)

Botok Tawon

Makanan ekstrem di Jawa Timur yang pertama adalah botok tawon. Kuliner satu ini banyak ditemukan di daerah Banyuwangi, Tulungagung, dan Caruban. Botok tawon terbuat dari sarang tawon dengan anak tawon yang masih ada di dalamnya.

Sarang tawon ini dibumbui dengan bumbu sederhana seperti cabai, garam, gula merah, asem, tomat, dan bawang merah. Botok tawon diyakini bisa meningkatkan gairah stamina khususnya untuk kaum pria.

Satai Biawak

Ilustrasi sate./Copyright pexels.com/@samerdaboul
Ilustrasi sate./Copyright pexels.com/@samerdaboul

Satai ayam Madura atau Ponorogo mungkin terasa mainstream di Jawa Timur. Jika Anda ingin hidangan yang lebih menantang, Anda bisa mencoba satai biawak. Satai biawak banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur seperti Madiun, Banyuwangi, hingga Bojonegoro.

Rasa sate biawak tak jauh berbeda dengan daging ayam maupun kambing. Daging biawak dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit. Olahan lain dari biawak yang populer adalah krengsengan biawak.

Satai Bekicot

Sate Bekicot, kuliner khas Kediri, Jawa Timur. (Sumber Foto: guntur_ming/Instagram)
Sate Bekicot, kuliner khas Kediri, Jawa Timur. (Sumber Foto: guntur_ming/Instagram)

Bekicot biasanya menjadi hama tanaman dan pertanian. Di kediri, bekicot diolah menjadi satai yang lezat. Desa Djengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dikenal sebagai sentra pembuatan sate bekicot. Selain sate, ada pula olahan bekicot lainnya seperti oseng-oseng bekicot, krengsengan bekicot dan kripik bekicot.

Bekicot yang didapat dari peternak bekicot langsung direbus hingga masak agar mudah memisahkan daging dari cangkangnya. Proses pemisahan daging dari cangkangnya dilakukan dengan cara dipukul sampai hancur. Setelah daging terpisah dari cangkang, daging dicuci sampai bersih sebelum dipotong menjadi dua hingga tiga bagian. Potongan daging bekicot kemudian dibumbui. Setelah itu, potongan daging bekicot tersebut ditusuk dengan tusuk satai.

Ampo

Ampo (Sumber: Brilio.net)
Ampo (Sumber: Brilio.net)

Makanan ekstrem yang tak kalah unik di Jawa Timur selanjutnya adalah ampo. Kuliner satu ini tidak terbuat dari hewan atau tumbuhan, melainkan tanah liat. Tanah yang digunakan sebagai bahan baku membuat ampo tidak bisa sembarangan, melainkan harus berjenis tanah liat yang bertekstur lembut dan bebas dari pasir, kerikil, atau batu. Adonan tanah liat yang sudah dibentuk, diserut hingga membentuk gulungan yang membuatnya mirip dengan wafer rol.

Ampo bisa ditemukan di daerah Tuban, Jawa Timur. Ampo juga biasa ditemukan di daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Peyek laron

Laron biasanya muncul saat musim hujan tiba. Serangga ini rupanya bisa diolah menjadi peyek. Peyek laron banyak ditemukan di Jawa Timur seperti Malang, Magetan, dan Tulungagung. Peyek laron bahkan menjadi sumber berkah bagi sebagian masyarakat di daerah tersebut.

Laron dipercaya memiliki sumber protein yang tinggi. Olahan lain dari laron di antaranya adalah oseng-oseng, botok, dan tumis laron yang bisa ditemukan di Tulungagung.

Didih

Makanan khas jawa ini terbuat dari darah binatang (Sumber foto: steemit)
Makanan khas jawa ini terbuat dari darah binatang (Sumber foto: steemit)

Didih merupakan olahan darah sapi dan ayam. Olahan non-halal ini bisa ditemukan di daerah Tulungagung, Jawa Timur. Di Jawa olahan darah sapi dan ayam juga dikenal dengan nama saren. Darah biasanya dikukus lalu dimasak lagi dengan berbagai varian.

Bentuk dan warnanya mirip dengan hati sapi. Dadih di Tulungagung memiliki rasa yang gurih dan kenyal. Dadih biasanya digoreng atau dijadikan satai untuk lauk.

Enthung goreng

Enthung goreng merupakan olahan enthung atau kepompong dari ulat jati. Enthung ini biasanya banyak menempel pada pohon jati. Dipercaya, enthung memiliki gizi tinggi seperti protein dan mineral lainnya.

Enthung goreng ini bisa ditemukan di daerah Bojonegoro. Pengolahan enthung goreng cukup sederhana. Enthung yang telah dibersihkan dibumbui lalu digoreng dalam minyak panas.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here