19 Produsen Sepatu Di Magetan Terancam Tidak Produksi

0
62
SEPI: tempat produksi sepatu milik Eko sepi

Suarakumandang.com, BERITA MAGETAN. 19 Usaha Kecil Menengah (UKM) produsen sepatu di jalan Sawo, Kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur terancam tidak produksi, akibat masa pandemic COVID-19  yang berkepanjangan.

“Dari 19 produsen sepatu di jalan Sawo saat ini yang masih beroperasi  5 produsen, sisanya sebanyak 14 produsen sudah tidak berproduksi lagi sejak tahun 2020 lalu,”ujar Eko Patrianto salah satu produsen sepatu, Jumat (26/03/2021).

Masih kata Eko, sekarang tinggal 5 produsen, apalagi sejak
adanya pengumuman bahwa mudik 2021 pada bulan Mei nanti ditiadakan, mulai
berlaku pada tanggal 6-17 Mei 2021. “Dari 5 produsen termasuk saya  harus menyesuaikan diri bagaimana caranya
agar tetap eksis, dari pengalaman tahun kemarin, mau tidak mau harus mengurangi
produksi,” kata Eko.

Lanjut Eko, tahun kemarin sudah mengurangi produksi sepatu
sekitar 60 persen lebih. ”Biasanya kami produksi 85 persen perhari terpaksa
dalam waktu jeda satu tahun hampir lebaran ke dua ini mencapai ke angka 24
pasang perhari, sebelumnya perhari 85 pasang,” terang Eko.

“Dengan keadaan seperti tersebut akhirnya banyak karyawan
yang saya rumahkan, dari total karyawan saya ada 22 orang yang saya rumahkan
sebanyak 15 orang,” jelas Eko.

Setelah mendengar adanya pengumuman ditiadakan mudik lebaran  tahun 2021 Eko masih bertahan produksi dengan dibantu 7 karyawan. Namun jika usai lebaran tahun 2021 tidak ada peningkatan atau mungkin hasil jual pruduk menurun terpaksa Eko akan berhenti produksi. “Dilihat saja nanti, jika menurun hasil terburuknya terpaksa akan hentikan produksi atau libur, tapi dilihat situasinya dulu,” ungkapnya.

“Lebaran Tahun 2020 lalu mulai H-7 hingga H+7 saya hanya mampu menjual 1 sampai 10 pasang sepatu, kalau lebaran tahun 2021 ini dilarang mudik , saya tidak tahu kita lihat saja nanti, kalau meningkat terus kalau sebaliknya terpaksa berhenti produksi sepatu,”sedihnya.

Dijelaskan pula bahwa, pihaknya akan memberhentikan produksi
akan tetapi tetap berjualan dengan sisa stok yang masih ada. “Kalau produk lama
diobral tapi jika produk baru akan dijual murah. Sedangkan stock kami masih
ribuan masih numpuk di gudang, ”pungkasnya.

Junalis: Cahyo Nugroho.

Sumber Berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here